Assalamu’alaikum Wr. Wb… Dipenghujung semester dua kelas sebelas SMa ini saya akan bagikan sedikit artikel tentang praktikum uji zat makanan yang saya lakukan pada semester ini… Dalam laporan kalai ini saya bermaksud memberi tahu kandungan gizi dari beberapa zat makanan sekaligus cara mengetahuinya… So, Lets Check It Out….

       I.            TUJUAN
1.      Mengetahui kandungan amilum pada berbagai zat makanan
2.      Mengetahui kandungan protein pada berbagai zat makanan
3.      Mengetahui kandungan lemak pada berbagai zat makanan
4.      Mengetahui kandungan glukosa pada berbagai zat makanan
5.      Mengetahui kandungan vitamin C pada berbagai buah-buahan
    II.            DASAR TEORI
Karbohidrat disusun oleh unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Karbohidrat dihasilkan dari sintesis senyawa anorganik yang menjadi senyawa organik oleh tumbuhan atau makhluk hidup berklorofil.Jadi, umumnya karbohidrat tersimpan dalam tubuh  tumbuhan. Berdasarkan gugusan gula penyusunnya karbohidrat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
a.     Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat yang tersusun dari satu gugusan gula atau satu molekul gula. Monosakarida memiliki ciri, yaitu mudah larut dalam air dan jika dimakan rasanya manis, contohnya glukosa, fruktosa, galaktosa dan manosa. Glukosa dapat ditemukan dalam sayuran, sedangkan fruktosa banyak ditemukan dalam buah-buahan.
b.    Disakarida
Disakarida merupakan karbohidrat yang disusun dari dua gugugs gula atau dua molekul gula. Contoh disakarida adalah maltosa, laktosa, dan sukrosa. Maltosa (gula emping) disusun oleh glukosa dan glukosa. Laktosa (gula susu) yang disusun oleh galaktosa dan glukosa.Sukrosa (gula tebu) yang disusun oleh sukrosa dan galaktosa. Sukrosa dalam kehidupan sehari-hari ditemukan dalam gula pasir. Selain itu, sukrosa dapat ditemukan dalam tebu, gula bit, dan madu.
c.     Polisakarida
Polisakarida merupakan karbohidrat yang disusun lebih dari tiga atau banyak gugusan gula. Polisakarida memiliki ciri, yaitu tidak terasa manis, tidak dapat larut dalam air, tetapi larut dalam koloid, dan tidak dapat melewati membran semipermiabel. Contoh polisakarida yaitu, amilum atau pati ( zat tepung ), selulosa, dan glikogen. Pati (amilum) dapat ditemukan di ubi jalar, singkong, atau biji-bijian. Glikogen banyak ditemukan di dalam hati hewan dan jamur. Adapun selulosa banyak terdapat di dinding sel tumbuhan.
Karbohidrat dapat ditemukan di berbagai bahan makanan, diantaranya jagung,beras, sagu, umbi-umbian dan biji-bijian. Fungi dari karbohidrat antara lain :
a.     Sebagai sumber energy.
b.    Proses metabolism tubuh.
c.     Menjaga keseimbangan asam dan basa.
d.    Sebagai pembentuk struktur sel, jaringan, dan organ.
 ( Paket Biologi, hal. 176-177 )

 

Protein merupakan molekul yang tersusun atas unsur-unsur C, H, O, dan N. kadang unsur S dan P juga terkandung dalam protein. Protein dibentuk oleh asam amino yang membentuk rantai kompleks. Protein bagi tubuh dapat diperoleh dari tumbuhan dan hewan. Berdasarkan sumbernya, protein dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.     Protein hewani
Adalah protein yang berasal dari hewan, misalnya ikan, daging, susu, dan telur
b.    Protein nabati
Adalah protein yang berasal dari tumuhan, misalnya padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran.
Fungsi dari protein bagi tubuh yaitu :
a.     Membantu pertumbuhan.
b.    Perbaikan dan pembentukan sel baru mengganti sel rusak.
c.     Berperan dalam sintesis hormone, enzim, antibody, dan kromosom.
d.    Keseimbangan cairan tubuh , asam dan basa.
e.     Menetralkan racun di dalam tubuh.
f.     Sebagai sumber energy.
( Paket Biologi, hal. 179 – 180 )
Lemak memiliki kandungan energy lebih besar dibandingkan karbohidrat. Molekul lemak tersusun dari unsure C, H, O, dan P serta N. lemak mempunyai sifat tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organic ( kloroform, eter, dan minyak tanah ). Adapun asam lemak dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.
Lemak bagi tubuh dapat diperoleh dari tumbuhan dan hewan. Berdasarkan sumbernya lemak dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a.     Lemak nabati
Lemak nabati adalah lemak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Lemak ini biasanya mengandung asam lemak tidak jenuh kecuali minyak kelapa. Contoh lemak nabati antara lain minyak kelapa sawit, minyak kelapa, minyak zaitun, minyak jagung, margarine, dan kacang-kacangan.
b.    Lemak hewani
Lemak hewani adalah lemak yang berasal dari hewan. Lemak ini mengandung asam lemak jenuh, kecuali ikan dan kerang. Contoh lemak hewani antara lain mentega, susu, keju, daging, ikan, dan kuning telur.
Fungsi lemak bagi tubuh, antara lain :
a.     Sebagai pelarut vitamin A, D, E, K.
b.    Sebagai sumber energy.
c.     Melindungi atau bantalan tubuh dari gangguan fisik.
d.    Penyedap makanan.
e.     Penahan rasa lapar.
( Paket Biologi, hal  178-179 )
Di dalam tubuh, lemak merupakan sumber tenaga selain karbohidrat. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan. Jika persediaan karbohidrat di dalam tubuh habis maka lemak digunakan sebagai penggantinya. Berdasarkan sumbernya, lemak dibagi menjadi dua, yaitu lemak nabati dan lemak hewani.
(LKS Biologi, hal 48)
Glukosa adalah suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut “cincin piranosa”, bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.
Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian. Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga tersimpan dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman, dalam biji, jari-jari teras, kulit batang, akar tanaman menahun, dan umbi. Amilum merupakan 50-65% berat kering biji gandum dan 80% bahan kering umbi kentang. Amilum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 – 28 %) dan sisanya amilopektin.
Secara umum, amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan 80% bagian yag tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amilum oleh asama mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif. Bentuk sederhana amilum adalah glukosa dan rumus struktur glukosa adalah C6H11O6 dan rumus bangun dari α- D- glukosa. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase, dalam air ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap amilum yang terdapat pada makanan kita oleh enzim amilase, amilum diubah menjadi maltosa dalam bentuk β – maltosa.
Amilum juga disebut dengan pati. Pati yang diperdagangkan diperoleh dari berbagai bagian tanaman, misalnya endosperma biji tanaman gandum, jagung dan padi ; dari umbi kentang ; umbi akar Manihot esculenta (pati tapioka); batang Metroxylon sagu (pati sagu); dan rhizom umbi tumbuhan bersitaminodia yang meliputi Canna edulis, Maranta arundinacea, dan Curcuma angustifolia (pati umbi larut). Tanaman dengan kandungan amilum yang digunakan di bidang farmasi adalah jagung (Zea mays), Padi/beras (Oryza sativa), kentang (Solanum tuberosum), ketela rambat (Ipomoea batatas), ketela pohon (Manihot utilissima).
             ( Sumber : https://www.google.com/biologi )
Vitamin merupakan senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Vitamun berperan sebagai zat pengatur yang menjaga keseimbangan tubuh, pertumbuhan dan kesehatan. Pada umumnya vitamin tidak dapat disintesis dalam tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan. Berdasarkan sifat kelarutannya, vitamin dapat dibedakan menjadi :
a.     Vitamin larut dalam air
·         Vitamin B =  Daging, susu, ikan, telur, hati, sayuran, dan kacang-kacangan.
·         Vitamin C =  Jeruk, tomat, pepaya, semangka, dan sayuran hijau.
b.    Vitamin larut dalam lemak
·           Vitamin A =  Minyak ikan, telur, susu, dan buah-uahan berwarna merah / kuning.
·           Vitamin D =  Minyak ikan, telur, susu, dan mentega.
·           Vitamin E =  Kuning telur, susu, tauge, dan sayuran hijau.
·           Vitamin K =  Kunig telur, daging, susu, dan sayuran hijau.
Vitamin memiliki sifat mudah rusak jika mengalami pemanasan yang berlebihan ataupun saat diolah.
      ( Paket Biologi, hal  182-183 )
 III.            ALAT DAN BAHAN
A.    Alat :
1.      Pallet
2.      Pipet
3.      Tabung reaksi
4.      Lumpang porselain
5.      Sendok
6.      Lidi
7.      Kertas buram
8.      Bunsen
B.     Bahan :
1.      Tahu                             12. Sari tomat
2.      Tempe                          13. Sari jeruk
3.      Nasi                             14. Sari semangka
4.      Bengkuang                   15. Sari pepaya
5.      Daun bayam                 16. Gula murni
6.      Pisang                          17. Amilum murni
7.      Pepaya                         18. Vitamin C 50 mg
8.      Tepung                         19. Larutan benedict
9.      Putih telur                     20. Amilum iodida
10.  Minyak goreng             21. Larutan biuret
11.  Sari belimbing               22. Larutan lugol
IV.            CARA KERJA
A.    Uji Amilum
1.      Mencuci pallet dan mengeringkan dengan tisu
2.      Menaruh masing-masing bahan makanan pada pallet, lalu menempelkan label kecil bertuliskan nama setiap bahan makanan di pallet
3.      Meneteskan larutan lugol masing-masing 3 tetes pada setiap bahan makanan lalu mengaduk menggunakan lidi
4.      Mencatat perubahan warna yang terjadi. Jika warna berubah, menjadi biru tua berarti makanan tersebut mengandung amilum atau karbohidrat.
B.     Uji Protein
1.      Mencuci pallet lalu mengeringkannya
2.      Menaruh sampel bahan makanan pada pallet. Menempelkan label kecil bertuliskan nama bahan makanan
3.      Meneteskan reagen biuret sebanyak 5 tetes pada masing-masing makanan lalu mengaduknya
4.      Mengamati perubahan warna yang terjadi pada masing-masing sampel bahan makanan
5.      Mencatat perubahan warna yang terjadi. Jika mengalami perubahan warna menjdai ungu, berarti bahan makanan tersebut mengandung protein.
C.     Uji Lemak
1.      Membuat kotak-kotak pada kertas buram dengan menggunakan bolpoin dan penggaris sebanyak jenis makanan yang akan diuji. Menuliskan nama setiap bahan makanan
2.      Mengoleskan sampel bahan makanan pada kertas buram
3.      Menunggu kertas buram tersebut hingga kering. Mengamati adanya noda transparan pada kertas buram. Jika pada kertas buram terdeteksi noda transparan, maka zat makanan mengandung lemak.
D.    Uji Glukosa
1.      Mencuci tabung reaksi dan mengeringkannya
2.      Menaruh masing-masing bahan makanan pada lumpang porselain dan menghancurkannya lalu memberi air
3.      Memasukkan masing-masing bahan makanan pada tabung reaksi pyrex dan meneteskan benedict sebanyak 5 tetes
4.      Menempelkan label kecil bertuliskan nama setiap bahan makanan pada tabung reaksi pyrex
5.      Mengaduknya dengan menggunakan lidi
6.      Menjepit tabung reaksi pyrex dengan menggunakan capit pyrex
7.      Membakar tabung reaksi pyrex yang telah disiapkan diatas bunsen sampai warnanya berubah
8.      Mengamati perubahan warna setelah dibakar.
E.     Uji Vitamin C
1.      Membuat larutan iodida dengan mencampurkan 25 ml aquades dengan 1 ml tepung kanji lalu mengaduknya
2.      Menambahkan larutan lugol sebanyak 2 tetes lalu mengaduknya
3.      Meneteskan sebanyak 1 ml larutan amilum iodida pada tabung reaksi sebanyak zat makanan yang diuji
4.      Membuat larutan vitamin C dengan mencampurkan 50 mg vitamin C dengan 50 ml aquades
5.      Meneteskan larutan vitamin C pada tabung reaksi yang berisi larutan amilum iodida hingga warna biru larutan amilum iodida hilang, sambil menghitung jumlah tetesannya
6.      Mengulangi langkah nomor 5 pada setiap sari buah
7.      Mencatat banyaknya tetes setiap sari buah yang dibutuhkan untuk menghilangkan warna biru larutan amilum iodida
8.      Menghitung kadar vitamin C yang terkandung dalam setiap sari buah dengan rumus yang telah ditentukan.
   V.            DATA HASIL PENGAMATAN
A.    Uji Amilum
No.
Jenis Zat Makanan
Warna Awal
Warna Akhir
Grade
1.
Amilum murni
Putih
Biru kehitaman
+ + + +
2.
Nasi
Putih
Biru kehitaman
+ + + +
3.
Tempe
Putih kekuningan
Biru agak jingga
+
4.
Bayam
Hijau
Biru
+ + +
5.
Pisang
Kuning
Biru kehitaman
+ + + +
6.
Bengkuang
Putih
Biru kehitaman
+ + + +
7.
Minyak goreng
Kuning
Jingga
8.
Tahu
Putih
Kuning
9.
Nasi dikunyah
Putih
Biru kehitaman
+ + + +
10.
Pepaya
Jingga
Kuning kecokelatan
11.
Tepung
Putih
Biru kehitaman
+ + + +
12.
Putih telur
Bening
Bening
13.
Gula murni
Putih
Cokelat
B.     Uji Protein
No.
Jenis Zat Makanan
Warna Awal
Warna Akhir
Grade
1.
Nasi
Putih
Ungu muda
+
2.
Bayam
Hijau
Hijau
3.
Tempe
Putih kekuningan
Ungu muda
+
4.
Putih telur
Putih (bening)
Ungu
+ + +
5.
Minyak goreng
Kuning
Ungu
+ + +
6.
Bengkuang
Putih
Ungu
+ + +
7.
Gula murni
Putih
Ungu muda
+ + +
8.
Pisang
Kuning
Ungu muda
+
9.
Tahu
Putih
Ungu muda
+
10.
Pepaya
Jingga
Ungu
+
11.
Tepung
Putih
Ungu
+ + +
12.
Nasi dikunyah
Putih
Ungu
+ + +
C.     Uji Lemak
No.
Jenis Zat Makanan
Noda Transparan
Grade
1.
Minyak goreng
Ada
+ + + +
2.
Bengkuang
Tidak ada
3.
Tempe
Ada
+ +
4.
Nasi dikunyah
Tidak ada
5.
Bayam
Ada
+ +
6.
Pisang
Ada
+ +
7.
Tahu
Tidak ada
8.
Tepung
Tidak ada
9.
Pepaya
Tidak ada
10.
Putih telur
Ada
+ +
D.    Uji Glukosa
No.
Jenis Zat Makanan
Warna Awal
Warna Akhir
Grade
1.
Tepung beras
Putih
Kuning
+ +
2.
Pepaya
Jingga
Merah bata
+ + + +
3.
Gula murni
Putih
Jingga
+ + +
4.
Putih telur
Bening
Hijau
+
5.
Tahu
Putih
Hijau
+
6.
Nasi dikunyah
Putih
Kuning
+ +
7.
Nasi
Putih
Kuning
+ +
8.
Tempe
Putih kekuningan
Hijau
+
9.
Bayam
Hijau
Hijau (tak berubah)
10.
Pisang
Kuning
Hijau
+
11.
Minyak goreng
Kuning
Kuning (tak berubah)
12.
Bengkuang
Putih
Hijau
+
E.     Uji Vitamin C
No.
Jenis Zat Makann
Jml Tetesan
Warna Awal
Warna Akhir
Kandungan
1.
Vitamin C
10
Kuning
Putih
0,5 mg
2.
Bengkuang
>20
Putih
Putih
3.
Semangka
17
Merah
Merah muda
0,588 mg
4.
Tomat
20
Merah
Merah muda
0,5 mg
5.
Jeruk
13
Kuning
Oranye
0,769 mg
6.
Belimbing
11
Kuning
Putih kekuningan
0,90 mg
7.
Pepaya
12
Oranye
Putih keoranyean
0,833 mg
8.
Pisang
21
Kuning
Putih kekuningan
VI.            ANALISA DATA
AMILUM
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat dianalisa bahwa pada beberapasari makanan mengalami perubahan warna setelah ditetesi larutan lugol. Yang pertama yaitu amilum murni yang semula berwarna putih menjadi biru kehitaman setelah ditetesi larutan lugol. Yang kedua yaitu nasi, nasi yang semula berwarna putih berubah warna menjadi biru kehitaman. Yang ketiga yaitu tempe yang semula berwarna putih kekuningan berubah warna menjadi biru agak muda. Yang keempat  yaitu bayam yang semula berwarna hijau berubah warna menjadi biru. Yang kelima yaitu pisang yang semula berwarna kuning berubah warna menjadi biru kehitaman. Yang keenam yaitu bengkuang yang semula berwarna putih berubah warna menjadi biru kehitaman. Yang ketujuh yaitu minyak goreng yang semula berwarna kuning berubah warna menjadi jingga. Yang kedelapan yaitu tahu yang semula berwarna putih berubah warna menjadi kuning. Yang kesembilan yaitu nasi yang telah dikunyah yang berwarna putih berubah warna menjadi biru kehitaman. Yang kesepuluh yaitu pepaya yang semula berwarna jingga berubah menjadi kuning kecoklatan. Yang kesebelas yaitu tepung beras yang semula berwarna putih berubah warna menjadi biru kehitaman. Yang keduabelas yaitu putih telur yang semula berwarna bening tidak mengalami perubahan warna meskipun sudah ditetesi larutan lugol. Dan yang terakhir yaitu gula murni yang semula berwarna putih berubah warna menjadi coklat.
                Kemudian setelah mengamati perubahan-perubahan yang terjadi pada objek pengamatan, dapat dianalisa pula perbedaan perubahan warna yang terjadi pada masing-masing objek pengamatan yaitu beberapa sari makanan. Pada zat amilum murni dan beberapa sari makanan yaitu nasi, pisang, bengkuang, nasi yang telah dikunyah,serta tepung beras, setelah ditetesi larutan lugol berubah warna menjadi biru kehitaman.Sedangkan pada tempe berubah warna menjadi biru agak muda, dan pada bayam berubah warna menjadi biru. Sedangkan perubahan warna pada minyak goreng, sari tahu, sari pepaya , putih telur, dan gula murni berturut-turut yaitu  jingga, kuning, kuning kecoklatan, bening, dan coklat. Perbedaan warna yang terjadi tersebut merupakan indikator ada atau tidaknya amilum pada zat tersebut. Zat yang mengandung amilum, setelah ditetesi larutan lugol akan berubah warna menjadi biru. Namun, apabila perubahan warna yang terjadi bukanlah biru, artinya zat makanan tersebut tidak mengandung amilum. Sedangkan apabila warna biru yang muncul beragam, hal tersebut merupakan indikator tingkat kadar amilum yang terkandung  pada zat makanan tersebut. Semakin gelap warna biru yang muncul, artinya semakin banyak pula amilum yang terkandung dalam zat makanan tersebut. Biru kehitaman artinya mengandung sangat banyak amilum(grade : ++++), biru artinya mengandung banyak amilum(grade : +++), biru muda artinya mengandung sedikit amilum(grade : ++), dan biru agak muda artinya mengandung sangat sedikit amilum(grade : +).
                Berdasarkan data hasil pengamatan dan analisa diatas, dapat disimpulkan bahwa amilum murni, nasi, pisang, bengkuang, dan tepung beras mengandung sangat banyak amilum karena menghasilkan warna yang biru kehitaman setelah ditetesi larutan lugol. Sedangkan bayam mengandung banyak amilum karena menghasilkan warna biru setelah ditetesi larutan lugol dan tempe mengandung sangat sedikit amilum karena menghasilkan warna biru agak muda setelah ditetesi larutan lugol. Namun minyak goreng, tahu, pepaya, putih telur dan gula murni tidak mengandung amilum karena warna yang dihasilkan setelah ditetesi larutan lugol bukanlah warna biru.
                Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temukan pula beberapa makanan lain yang mengandung amilum. Misalnya ubi, singkong, roti, kentang, dan lain sebagainya.
PROTEIN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat dianalisa bahwa pada beberapa sari makanan mengalami perubahan warna setelah ditetesi reagen biuret sebanyak 5 tetes. Yang pertama yaitu nasi  yang semula berwarna putih berubah warna menjadi ungu agak muda setelah ditetesi reagen biuret sebanyak 5 tetes. Yang kedua yaitu bayam yang semula berwarna hijau tidak berubah warna meskipun telah ditetesi reagen biuret. Yang ketiga yaitu tempe yang semula berwarna putih kekuningan berubah warna menjadi ungu agak muda. Yang keempat yaitu putih telur yang semula berwarna bening berubah warna menjadi ungu. Yang kelima yaitu minyak goreng yang semula berwarna kuning berubah warna menjadi ungu. Yang keenam yaitu bengkoang yang semula berwarna putih berubah warna menjadi ungu. Yang ketujuh yaitu gula murni yang semula berwarna putih berubah warna menjadi ungu. Yang kedelapan yaitu pisang yang semula berwarna kuning berubah warna menjadi ungu agak muda. Yang kesembilan yaitu tahu yang semula berwarna putih berubah warna menjadi ungu agak muda. Yang kesepuluh yaitu pepaya yang semula berwarna jingga berubah warna menjadi ungu agak muda. Yang kesebelas yaitu tepung beras yang semula berwarna putih berubah warna menjadi ungu. Yang kesebelas yaitu nasi yang telah dikunyah yang semula berwarna putih berubah warna menjadi ungu.
Kemudian setelah mengamati perubahan-perubahan yang terjadi pada objek pengamatan, dapat dianalisa pula perbedaan perubahan warna yang terjadi pada masing-masing objek pengamatan yaitu beberapa sari makanan. Pada beberapa sari makanan yaitu sari nasi, tempe, pisang, tahu, dan pepaya mengalami perubahan warna yang sama yaitu menjadi ungu agak muda setelah ditetesi reagen biuret. Sedangkan pada putih telur, minyak goreng, sari bengkoang, gula murni, sari tepung beras, dan nasi yang telah dikunyah mengalami perubahan warna yang sama yaitu menjadi ungu setelah ditetesi reagen biuret. Namun adapula sari  makanan yang tidak mengalami perubahan warna meskipun sudah ditetesi reagen biuret sebanyak 5 tetes, yaitu sari bayam. Perbedaan warna yang terjadi tersebut merupakan indikator ada atau tidaknya protein pada zat tersebut. Zat atau sari makanan yang mengandung protein akan berubah warna menjadi ungu setelah ditetesi reagon biuret. Namun, apabila perubahan warna yang terjadi bukanlah ungu, artinya zat makanan tersebut tidak mengandung protein. Sedangkan apabila warna ungu yang muncul beragam, hal tersebut merupakan indikator tingkat kadar protein yang terkandung  pada zat makanan tersebut. Semakin gelap warna ungu yang muncul, artinya semakin banyak pula protein yang terkandung dalam zat makanan tersebut. Ungu kebiruan artinya mengandung sangat banyak protein (grade : ++++), ungu artinya mengandung banyak protein (grade : +++), ungu muda artinya mengandung sedikit protein (grade : ++), dan ungu agak muda artinya mengandung sangat sedikit protein (grade : +).
Berdasarkan data hasil pengamatan dan analisa diatas, dapat disimpulkan bahwa nasi, tempe, pisang, tahu, dan pepaya mengandung sangat sedikit protein karena menghasilkan warna ungu agak muda setelah ditetesi reagen biuret. Sedangkan putih telur, minyak goreng, bengkoang, gula murni, tepung beras dan nasi yang telah dikunyah mengandung banyak protein karena menghasilkan warna ungu setelah ditetesi reagen biuret. Kandungan protein pada nasi biasa berbeda dengan nasi yang telah dikunyah. Hal tersebut disebabkan karena nasi yang telah dikunyah mengandung air liur yang mengandung protein. Dapat disimpulkan pula bahwa bayam tidak mengandung protein, karena setelah ditetesi reagen biuret, bayam tidak mengalami perubahan warna menjadi ungu, sehingga warnanya tetap hijau.
Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temukan pula beberapa makanan lain yang mengandung protein. Diantaranya yaitu susu, daging, keju, kedelai, dan lain sebagainya.
GLUKOSA
                Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat dianalisa bahwa pada beberapa sari makanan mengalami perubahan warna setelah ditetesi benedict sebanyak 5 tetes pada tabung reaksi kemudian dibakar. Yang pertama yaitu tepung beras yang semula berwarna putih berubah warna menjadi warna kuning setelah ditetesi benedict 5 tetes kemudian dibakar diatas bunzen. Yang kedua yaitu pepaya yang semula berwarna jingga berubah warna menjadi merah bata. Yang ketiga yaitu gula murni yang semula berwarna putih berubah warna menjadi jingga. Yang keempat yaitu putih telur yang semula berwarna bening berubah warna menjadi hijau. Yang kelima yaitu tahu yang semula berwarna putih berubah warna menjadi hijau. Yang keenam yaitu nasi yang telah dikunyah yang semula berwarna putih berubah menjadi kuning. Yang ketujuh yaitu nasi yang semula berwarna putih berubah warna menjadi kuning. Yang kedelapan yaitu tempe yang semula berwarna putih kekuningan berubah warna menjadi hijau. Yang kesembilann yaitu bayam yang semula berwarna hijau tidak mengalami perubahan warna meskipun telah ditetesi benedict kemudian dibakar. Yang kesepuluh yaitu pisang yang semula berwarna kuning berubah warna menjadi hijau. Yang kesebelas yaitu minyak goreng yang semula berwarna kuning tidak mengalami perubahan warna sehingga tetap kuning meskipun sudah dibakar. Yang keduabelas yaitu bengkoang yang semula berwarna putih berubah warna menjadi hijau.
                Kemudian setelah mengamati perubahan-perubahan yang terjadi pada objek pengamatan, dapat dianalisa pula perbedaan perubahan warna yang terjadi pada masing-masing objek pengamatan yaitu beberapa sari makanan. Pada beberapa sari makanan yaitu tepung beras, nasi, dan nasi yang telah dikunyah mengalami perubahan warna yang sama yaitu menjadi kuning setelah ditetesi benedict kemudian dibakar. Sedangkan putih telur, tahu, taempe, pisang, serta bengkoang mengalami perubahan warna yang sama pula yaitu menjadi hijau setelah ditetesi benedict kemudian dibakar. Sedangkan perubahan warna pada pepaya yaitu menjadi warna jingga. Namun adapula yang tidak mengalami perubahan warna meskipun telah ditetesi benedict kemudian dibakar, yaitu bayam dan minyak goreng. Setelah dibakar bayam dan minyak goreng tidak mengalami perubahan warna sehingga warnanya tetap hijau dan kuning. Perbedaan warna yang terjadi tersebut merupakan indikator ada atau tidaknya glukosa pada zat tersebut. Zat atau sari makanan yang mengandung glukosa akan berubah warna menjadi hijau, hijau kekuningan, jingga, ataupun merah bata  setelah ditetesi benedict kemudian dibakar. Namun, apabila perubahan warna yang terjadi bukanlah hijau, hijau kekuningan, jingga, ataupun merah bata, artinya zat makanan tersebut tidak mengandung glukosa. Sedangkan perbedaan warna yang muncul tersebut merupakan indikator tingkat kadar protein yang terkandung  pada zat makanan tersebut. Semakin gelap warna yang muncul, artinya semakin banyak pula glukosa yang terkandung dalam zat makanan tersebut. Merah bata artinya mengandung sangat banyak glukosa (grade : ++++), jingga artinya mengandung banyak glukosa (grade : +++), kuning artinya mengandung sedikit glukosa (grade : ++), dan hijau  artinya mengandung sangat sedikit glukosa (grade : +).
                Berdasarkan data hasil pengamatan dan analisa diatas, dapat disimpulkan bahwa pepaya mengandung sangat banyak glukosa karena menghasilkan warna merah bata setelah ditetesi benedict kemudian dibakar. Gula murni mengandung banyak  glukosa karena menghasilkan warna jingga setelah ditetesi benedict kemudian dibakar. Tepung beras, nasi yang telah dikunyah, dan nasi  mengandung sedikit glukosa karena menghasilkan warna kuning setelah ditetesi benedict kemudian dibakar. Dan putih telur, tahu, tempe, pisang, bengkoang mengandung sangat sedikit glukosa karena menghasilkan warna hijau setelah ditetesi benedict kemudian dibakar. Namun adapula makanan yang tidak mengandung glukosa antaralain yaitu bayam dan minyak goreng, hal tersebut dikarenakan bayam dan minyak goreng tidak mengalami perubahan warna meskipun telah ditetesi benedict kemudian dibakar, sehingga warnanya tetap hijau dan kuning.
                Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temukan pula beberapa makanan lain yang mengandung glukosa. Diantaranya yaitu sirup, susu, madu, minumanbersoda, roti, kue, ice cream, pudding, dan lain-lain.
LEMAK
                Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada beberapa sari makanan menghasilkan noda transparan pada kertas buram setelah dioleskan pada kertas buram tersebut kemudian dikeringkan dan ada yang tidak menghasilkan noda transparan sama sekali. Yang pertama yaitu minyak menghasilkan noda yang sangat transparan pada kertas buram setelah dioleskan pada kertas buram lalu dikeringkan. Yang kedua yaitu bengkoang tidak menghasilkan noda transparan sama sekali meskipun bekas olesan bengkoang pada kertas buram telah kering. Yang ketiga yaitu tempe menghasilkan noda transparan dalam tingkat rendah. Yang keempat yaitu nasi tidak menghasilkan noda transparan. Yang kelima yaitu bayam menghasilkan noda transparan dalam tingkat rendah. Yang keenam yaitu pisang menghasilkan noda transparan dalam tingkat rendah. Yang ketujuh yaitu tahu tidak menghasilkan noda transparan. Yang kedelapan yaitu tepung beras tidak menghasilkan noda transparan. Yang kesembilan yaitu pepaya tidak menghasilkan noda transparan. Dan yang kesepuluh yaitu putih telur menghasilkan noda transparan dalam tingkat yang sangat rendah.
                Kemudian setelah mengamati ada tidaknya noda transparan yang dihasilkan oleh objek pengamatan, dapat dianalisa pula perbedaan tingkat transparansi yang terjadi pada masing-masing objek pengamatan yaitu beberapa sari makanan. Pada beberapa makanan menghasilkan noda transparan dengan tingkat yang sama yaitu tempe, bayam, dan pisang menghasilkan noda transparan dalam tingkat rendah. Sedangkan minyak goreng menghasilkan noda yang sangat transparan dan putih telur menghasilkan noda transparan dengan tingkat transparansi yang sangat rendah sekali. Namun ada pula yang tidak menghasilkan noda transparan sama sekali yaitu bengkoang, nasi, tahu, tepung beras, dan pepaya. Ada atau tidaknya noda transparan yang muncul setelah kertas buram dioleskan makanan kemudian dikeringkan merupakan indikator ada tidaknya lemak yang dikandung dalam makanan tersebut. Apabila ada noda transparan setelah kertas buram kering artinya makanan tersebut mengandung lemak, namun apabila tidak ada noda transparan yang timbul setelah kertas buram kering, artinya makanan tersebut tidak mengandung lemak. Sedangkan perbedaan tingkat transparansi yang dihasilkan makanan tersebut merupakan indikator tingkat kadar lemak yang terkandung dalam makanan tersebut. Apabila suatu makanan menghasilkan noda yang sangat transparan artinya makanan tersebut mengandung sangat banyak lemak. Apabila suatu makanan menghasilkan noda transparan dengan tingkat transparansi sedang, artinya makanan tersebut mengandung banyak lemak. Apabila suatu makanan menghasilkan noda transparan dengan tingkat transparansi rendah, artinya makanan tersebut mengandung sedikit lemak. Dan apabila makanan tersebut menghasilkan noda dengan tingkat transparansi yang sangat rendah, artinya makanan tersebut mengandung sangat sedikit lemak.
                Berdasarkan data hasil pengamatan dan analisa diatas, dapat disimpulkan bahwa minyak goreng mengandung sangat banyak lemak karena menghasilkan  noda yang sangat transparan. Tempe, bayam, dan pisang mengandung sedikit lemak karena menghasilkan noda dengan tingkat transparansi yang rendah. Sedangkan putih telur  mengandung sangat sedikit lemak karena menghasilkan noda dengan tingkat transparansi yang sangat rendah. Namun adapula beberapa makanan yang terbukti tidak mengandung lemak yaitu bengkoang, nasi, tahu, tepung beras dan pepaya. Hal tersebut dapat diketahui karena makanan tersebut tidak menghasilkan noda transparan saat dioleskan pada kertas buram dan dikeringkan hingga kering.
                Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temukan pula beberapa makanan lain yang mengandung lemak. Diantaranya yaitudaging, kulitayam, keju, gorengan, roti.
VITAMIN C
                Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat dianalisa bahwa volume yang dibutuhkan untuk menghilangkan warna biru dalam larutan amilum iodida dibutuhkan berbeda-beda oleh masing-masing sari buah. Yang pertama yaitu dibutuhkan 10 tetes vitamin C untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, setelah ditetesi sebanyak 10 tetes warna amilum iodida ditambah dengan vitamin C berubah menjadi warna putih. Yang kedua yaitu dibutuhkan lebih dari 20 tetes sari bengkoang untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, dan warna akhir campuran tersebut tetap putih. Yang ketiga yaitu dibutuhkan 17 tetes sari semangka untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, dan warna akhir campuran tersebut adalah merah muda. Yang keempat yaitu dibutuhkan   20 tetes sari tomat untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, dan warna akhir campuran tersebut menjadi merah muda. Yang kelima yaitu dibutuhkan 13 tetes sari jeruk untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, dan warna akhir campuran tersebut adalah oranye. Yang keenam yaitu dibutuhkan 11 tetes sari belimbing untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, dan warna akhir campuran tersebut adalah putih kekuningan. Yang ketujuh yaitu dibutuhkan 12 tetes sari pepaya untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, dan warna akhir campuran tersebut adalah putih kekuningan. Yang kedelapan yaitu dibutuhkan lebih dari 20 tetes sari pisang untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, dan warna akhir campuran adalah putih kekuningan.
                Kemudian setelah mengetahui volume yang dibutuhkan tiap-tiap buah untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida, kita dapat menghitung kandungan yang terdapat pada masing-masing buah tersebut dengan rumus yang telah diajarkan. Karena volume yang dibutuhkan tiap-tiap buah untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida berbeda-beda maka vitamin C yang terkandung pada masing-masing buah tentunya akan berbeda pula. Berikut merupakan penghitungan kandungan vitamin C pada larutan vitamin C dan pada tiap buah :
Berdasarkan data hasil pengamatan dan analisa data diatas, dapat disimpulkan bahwa setiap 1ml larutan vitamin C mengandung 0.5 mg vitamin C, setiap 1 ml sari semangka mengandung 0.588 mg vitamin C, setiap 1 ml sari tomat mengandung 0.5 mg vitamin C, setiap 1 ml sari jeruk mengandung 0.769 mg vitamin C, setiap 1 ml sari belimbing mengandung 0.9 mg vitamin C, setiap 1 ml sari pepaya mengandung 0.833 mg vitamin C. Dan adapula yang tidak mengandung vitamin C yaitu bengkoang dan pisang. Hal tersebut dikarenakan dibutuhkan lebih dari 1ml(20 tetes) sari bengkoang dan pisang untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida. Dari data diatas dapat disimpulkan pula bahwa semakin sedikit volume yang dibutuhkan oleh suatu sari buah untuk menghilangkan warna biru pada amilum iodida maka semakin besar vitamin C yang terkandung dalam buah tersebut, dan begitu pula sebaliknya.
Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temukan pula beberapa buah lain yang mengandung vitamin C. Diantaranya yaituapel, blewah, nanas, lemon, strawberry dan lain sebagainya.
VII.            DISKUSI
1.      Berdasarkan data percobaan, jenis bahan makanan apakah yang mengandung karbohidrat/amilum?
Jawab :
Berdasarkan data percobaan, jenis bahan makanan yang mengandung karbohidrat/amilum adalah amilum murni, nasi, tempe, bayam, pisang, bengkuang, nasi yang sudah dikunyah, dan tepung.
2.      Berdasarkan data percobaan, jenis bahan makanan apakah yang mengandung protein?
Jawab :
Berdasarkan data percobaan, jenis bahan makanan yang mengandung protein adalah nasi, tempe, putih telur, minyak goreng, bengkuang, gula murni, pisang, tahu, pepaya, tepung, dan nasi yang sudah dikunyah.
3.      Berdasarkan data percobaan, jenis bahan makanan apakah yang mengandung lemak?
Jawab :
Berdasarkan data percobaan, jenis bahan makanan yang mengandung lemak adalah minyak goreng, tempe, bayam, pisang, dan putih telur.
4.      Berdasarkan data percobaan, jenis bahan makanan apakah yang mengandung glukosa?
Jawab :
Berdasarkan data percobaan, jenis bahan makanan yang mengandung glukosa adalah tepung beras, pepaya, gula murni, putih telur, tahu, nasi dikunyah, nasi, tempe, pisang, dan bengkuang.
5.      Pada uji kandungan glukosa, adakah perbedaan hasil reaksi yang menggunakan nasi dengan nasi yang sudah dikunyah? Berikan alasan jawaban Anda!
Jawab :
Pada nasi yang sudah dikunyah memiliki warna hasil reaksi orange kecoklatan, sedangkan nasi yang tidak dikunyah terlebih dahulu hanya berwarna coklat. Hal ini berarti nasi yang sudah dikunyah memiliki kadar glukosa yang lebih tinggi daripada nasi yang tidak dikunyah terlebih dahulu. Nasi yang sudah dikunyah memiliki kadar glukosa yang lebih tinggi karena di dalam mulut terdapat enzim ptialin yang mengubah amilum menjadi karbohidrat yang lebih sederhana yaitu maltosa yang rasanya agak manis.
6.      Selain karbohidrat, protein, dan lemak, adakah jenis zat makanan lainnya? Sebutkan jenisnya dan sumber bahan makanannya!
Jawab :
Ada. Jenis zat makanan lainnya tersebut yaitu vitamin, mineral, dan air.
·         Vitamin
Terdapat berbagai jenis vitamin dengan sumber bahan makanan yang berbeda-beda, antara lain :
a)   Vitamin A : Minyak ikan, telur, susu, dan buah-buahahan berwarna merah atau kuning, seperti wortel dan tomat.
b)   Vitamin B : Daging, susu, ikan, telur, hati, sayuran, dan kacang-kacangan.
c)   Vitamin C : Jeruk, tomat, papaya, semangka, dan sayuran  hijau.
d)  Vitamin D : Minyak ikan, susu, telur, dan mentega.
e)    Vitamin E : Kuning telur, susu, tauge, dan sayuran hijau.
f)    Vitamin K : Kuning telur, daging, susu, dan sayuran hijau.
·         Mineral
Secara umum mineral dikelompokkan menjadi dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen. Berikut ini beberapa sumber bahan makanan yang mengandung mineral :
a.    Makroelemen
a)    Natrium (Na) : Garam dapur, telur, susu, ikan dan daging.
b)   Kalsium (Ca) : Susu, keju, ikan, brokoli, biji-bijian, dan polong-polongan.
c)    Kalium (K) : Buah-buahan, sayuran, daging dan serealia.
d)   Fosfor (P) : Susu, daging, ikan, kuning telur, kacang polong-polongan, dan serealia.
e)    Magnesium (Mg) : Padi, serealia, susu, polong-polongan, dan daging.
f)    Klor (Cl) : Garam dapur, susu, telur, dan daging.
g)   Belerang (S) : Susu, telur, daging, keju, polong-polongan, sayur, dan buah.
b.   Mikroelemen
a)    Zat besi (Fe) : Susu, daging, hati, kuning telur, padi, buah dan sayur.
b)   Yodium (I) : Garam dapur dan ikan.
c)    Seng (Zn) : Ikan, susu, telur, hati, daging dan gandum.
d)   Flour (F) : Ikan, susu, kuning telur, dan otak.
e)    Tembaga (Cu) : Biji-bijian, polong-polongan, hati, padi dan ginjal.
·         Air
Sumber bahan makanan yang mengandung air yaitu air putih atau air mineral.
7.      Jelaskan manfaatnya bagi tubuh dari masing-masing jenis zat makanan tersebut!
Jawab :
a.       Karbohidrat, manfaatnya antara lain :
a)   Sebagai sumber energi,
b)   Proses metabolisme tubuh,
c)   Menjaga keseimbangan asam dan basa,
d)   Pembentukan struktur sel, jaringan dan organ.
b.      Protein, manfaatnya antara lain :
a)   Membantu pertumbuhan,
b)   Perbaikan dan pembetukan sel baru mengganti sel yang rusak,
c)   Berperan dalam sintesis hormon, enzim, antibodi, dan kromosom,
d)  Keseimbangan cairan tubuh, asam dan basa,
e)    Menetralkan racun didalam tubuh, dan
f)    Sebagai sumber energi.
c.       Lemak, manfaatnya antara lain :
a)   Sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K,
b)   Sebagai sumber energi,
c)   Melindungi atau bantalan tubuh dari gangguan fisik,
d)  Penyedap makanan, dan
e)   Penahan rasa lapar.
d.      Vitamin, berperan sebagai zat pengatur yang menjaga keseimbangan tubuh, pertumbuhan, dan kesehatan.
e.       Mineral, manfaatnya antara lain :
a)   Pembentukan hormon,
b)   Komponen penyusun enzim,
c)   Pembentukan dan menambah kekuatan pada tulang dan gigi,
d)  Penting untuk aktivitas otot dan saraf,
e)   Penyeimbang asam dan basa dalam tubuh,
f)    Membangun sel,
g)   Melaksanakan reaksi kimia sel,
h)   Mengirim implus saraf,
i)     Membantu proses mengangkut oksigen.
f.       Air, manfaatnya antara lain :
a)   Sebagai pelarut berbagai zat,
b)   Sebagai pengangkut zat lain,
c)   Menjaga stabilitas suhu tubuh.
8.      Mengapa kita sebaiknya mengonsumsi beraneka ragam jenis makanan?
Jawab :
Karena tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan, kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja. Makan makanan yang beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beranekaragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantitasnya, yaitu makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Kekurangan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi mengkonsumsi makanan yang beranekaragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Atau dengan kata lain makin beragam pola hidangan makanan, makin mudah pula terpenuhinya kebutuhan akan berbagai zat gizi.
Selain manfaat diatas, mengkonsumsi makanan yang bernekaragam juga memiliki beberapa manfaat lainnya, yaitu:
·         Menghindari kebosanan, karena jika kita mengonsumsi suatu jenis makanan terlalu sering kita akan merasa bosan.
·         Dapat menanamkan kebiasaan menyukai berbagai macam jenis makanan sejak dini, karena kebiasaan mengkonsumsi makanan yang ditanamkan sejak dini akan diteruskan hingga dewasa. Kebiasaan makan yang baik akan mengurangi resiko terjadinya masalah gizi.
9.      Cobalah Anda menyusun menu makan siang yang seimbang untuk remaja laki-laki dan perempuan yang berusia 15-17 tahun!
Jawab :
Ada berbagai menu makan siang yang seimbang, yang dapat memenuhi kebutuhan gizi seorang remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Dibawah ini beberapa contohnya, yaitu :
a.      Menu I           :  Nasi, Pepes Ikan, Tempe Goreng, Sayur Asem, Pepaya, Teh Manis.
b.     Menu II          :  Nasi, Empal Pedas, Tahu Bacem, Sayur Daun Singkong, Nanas, Teh Manis.
c.     Menu III         :  Nasi, Sop Kacang Merah + Wortel + Bayam, Ayam, Rica-rica, Tempe.
f.       Menu VI        :  Nasi, Lele Goreng, Tahu Goreng, Sayur Lodeh, Kerupuk, Jeruk, Es Dawet.
g.     Menu VII       :  Nasi, Lele Goreng, Oseng Tempe Lombok Ijo, Lalapan Timun, Es Dawet.
j.    Menu X     : Nasi, Bandeng Goreng, Pepes Tempe, Sayur Bayam, Sambal, Kerupuk, Pepaya, Teh Manis
VIII.            KESIMPULAN
1.      Kandungan amilum terdapat pada amilum murni, nasi, tempe, bayam, pisang, bengkuang, nasi dikunyah, dan tepung.
2.      Kandungan protein terdapat pada nasi, tempe, putih telur, minyak goreng, bengkuang, gula murni, pisang, tahu, pepaya, tepung, dan nasi dikunyah.
3.      Kandungan lemak terdapat pada minyak goreng, tempe, bayam, pisang, dan putih telur.
4.      Kandungan glukosa terdapat pada tepung beras, pepaya, gula murni, putih telur, tahu, nasi dikunyah, nasi, tempe, pisang, dan bengkuang.
5.      Kandungan vitamin C terdapat pada semangka, tomat, pisang, belimbing, pepaya, dan jeruk.

IX.            DAFTAR PUSTAKA
Tim Bimata. 2014. Paket Biologi 2.Yogyakarta.

          https://www.google.com/biologi ( laporan uji makanan )/Laporan Praktikum Uji   Kandungan Bahan
                  Makanan ~ Agifebrian’s Blog.htm

Tim redaksi lks. 2014. Buku ajar araminta sains Biologi peminatan  matematika dan ilmu alam
untuk sma/ma

k

Sekian posting di hari ini… Silahkan kalau ingin tahu kandungan pada makanan anda bisa di cek sendiri… Semoga bermanfaat… Assalamu’alaikum…