Melakukan analisa load flow atau aliran daya ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aliran daya yang berupa pengaruh dari variasi beban dan rugi-rugi transmisi pada aliran daya dan juga mempelajari adanya tegangan jatuh di sisi beban.

Daftar Isi :

1. SLD Load Flow

2. Menjalankan Simulasi Load Flow

3. Mengubah Pengaturan Display Option

4. Mengamati Kesalahan Melalui Alert View

5. Menampilkan Hasil Simulasi dengan Report Manager

Aliran daya pada suatu sistem tenaga listrik secara garis besar adalah suatu peristiwa daya yang mengalir berupa daya aktif (P) dan daya reaktif (Q) dari suatu sistem pembangkit (sisi pengirim) melalui suatu saluran atau jaringan transmisi hingga sampai ke sisi beban (sisi penerima). Pada kondisi ideal, maka daya yang diberikan oleh sisi pengirim akan sama dengan daya yang diterima beban. Namun pada kondisi real, daya yang dikirim sisi pengirim tidak akan sama dengan yang diterima beban. Hal ini dipengaruhi oleh dua hal :

 

1. Impedansi di saluran transmisi.

Impedansi di saluran transmisi dapat terjadi karena berbagai hal dan sudah mencakup resultan antara hambatan resistif, induktif dan kapasitif. Hal ini yang menyebabkan rugi-rugi daya karena terkonversi atau terbuang menjadi energi lain dalam transfer energi.

2. Tipe beban yang tersambung jalur.

Ada 3 tipe beban, yaitu resistif, induktif, dan kapasitif. Resultan antara besaran hambatan kapasitif dan induktif akan mempengaruhi P.F. sehingga mempengaruhi perbandingan antara besarnya daya yang ditransfer dengan yang diterima.

Sedangkan untuk melakukan kalkulasi aliran daya, terdapat 3 metode yang biasa digunakan:

Accelerated Gauss-Seidel Method

Hanya butuh sedikit nilai masukan, tetapu lambat dalam kecepatan perhitungan.

⦁ Newton Raphson Method

Cepat dalam perhitungan tetapi membutuhkan banyak nilai masukan dan parameter. First Order Derivative digunakan untuk mempercepat perhitungan.

⦁ Fast Decoupled Method

Dua set persamaan iterasi, antara sudut tegangan, daya reaktif dengan magnitude tegangan. Cepat dalam perhitungan namun kurang presisi, baik untuk sistem radial dan sistem dengan jalur panjang.

Sebelum mulai menjalankan simulasi Load Flow Analysis, kita harus menyiapkan Single Line Diagram atau SLD untuk disimulasikan. Cara pembuatan skema SLD telah dijelaskan pada artikel sebelumnya yang berjudul Merancang Single Line Diagram dengan ETAP.

 

SLD Load Flow

 

Menjalankan Simulasi Load Flow

Untuk mulai menjalankan simulasi load flow, dapat dilakukan dengan mengikuti langkah berikut :

1. Klik Load Flow Analysis

2. Klik Run Load Flow

3. Ketika simulasi telah dilakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Hasil simulasi ditunjukan dengan huruf warna merah, tanda panah yang menyertainya menunjukan aliran daya dari sumber menuju beban. Daya yang ditampilkan adalah daya aktif dan daya reaktif (P + JQ). Nilai daya yang ditampikan pada masing-masing jalur transmisi tergantung pada jenis beban yang dipakai. Jika beban hanya terdiri dari beban resistif murni, maka hanya daya aktif yang mengalir, namun jika beban terdiri dari beban resistif dan induktif, maka daya aktif dan reaktif yang mengalir.

Adanya beban induktif dapat menyebabkan terjadinya drop tegangan (tegangan turun). Drop tegangan ditandai dengan prosentase yang ditampilkan di samping setiap bus bar. Semakin kecil prosentase, semakin besar terjadi drop tegangan.

 

Mengubah Pengaturan Display Option

Selain menampilkan daya aktif, daya reaktif, dan drop tegangan, kita dapat menampilkan berupa arus, faktor daya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara merubah display option.

Klik ikon display option

Pilih cara menampilkan aliran daya.

 

Mengamati Kesalahan Melalui Alert View

Jika kita ingin melihat hasil yang kurang baik, baik itu prosentase tegangan maupun peralatan yang spesifikasinya kurang baik, kita dapat menggunakan menu alert view.

Klik ikon Alert View

Berdasarkan pada informasi diatas, komponen dengan ID “Cable1” dalam kondisi overload, yang artinya jenis kabel perlu diganti dengan rating yang lebih besar atau sama dengan batas operasi.

 

Menampilkan Hasil Simulasi dengan Report Manager

Untuk menampilkan hasil simulasi Load Flow Analysis yang lengkap yaitu dengan menggunakan menu report manager.

 Klik ikon Report Manager

Pilih pada tab “Complete” untuk mendapatkan laporan data lengkap dan pilih PDF untuk menampilkan dalam dokumen PDF. Dengan mendapatkan file lengkap hasil simulasi loadflow data bisa di analisa dari segi tegangan, atus daya antar bus, sudut, losses, dan lain-lain.

Sekian artikel tentang Melakukan Analisa Load Flow dengan ETAP. Untuk update artikel terbaru seputar simulasi aplikasi Etap, silakan kunjungi link dibawah ini. Jika ada perntanyaan atau pernyataan silahkan berkomentar melalui kolom yang telah disediakan. Terima kasih…

 

Artikel Terkait : Belajar Simulasi dengan ETAP