Sebagai artikel pertama pada kategori ini, akan saya bagikan pengetahuan tentang Cara Membaca dan Menyajikan Data Statistika. Statistika diartikan sebagai suatu ukuran yang dihitung dari sekumpulan data dan merupakan wakil dari data itu.  Sedangkan pengertian statistika sesungguhnya adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara penyusunan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan mengenai suatu keseluruhan berdasarkan data yang ada pada bagian dari keseluruhan tadi.

Menurut fungsinya, statistika dibedakan menjadi dua jenis, yaitu statistika deskriptif dan statistika induktif (inferensial). Statistika deskriptif adalah bagian statistika yang mempelajari cara penyusunan dan penyajian data yang dikumpulkan. Penyusunan data dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai urutan data atau kelompok data, sehingga pengguna data dapat mengenalinya dengan mudah. Penyajian data dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai data atau kelompok data dalam bentuk tabel, diagram, atau gambar. Penyajian data dapat pula dilakukan dengan menyatakan kelompok data tersebut dengan konstanta yang mewakilinya dan gambaran mengenai letaknya, misalnya rataan dan kuartil.

Statistika induktif atau inferensial adalah bagian statistika yang mempelajari tata cara penarikan kesimpulan yang valid mengenai populasi berdasarkan data pada sampel. Dalam menarik kesimpulan pada statistika inferensial biasanya digunakan unsur Peluang.

Kedua macam statistika tersebut saling erat hubungannya. Statistika deskriptif mempunyai tujuan untuk memberikan gambaran singkat dari sekumpulan data. Sedangkan statistika inferensial mempunyai tujuan untuk penarikan kesimpulan dengan cara membuat generalisasi. Pengambilan kesimpulan biasanya dilakukan dengan terlebih dahulu membuat dugaan. Selanjutnya fungsi statistika inferensial menguji dugaan yang telah diajukan tersebut.

Bila membicarakan statistika, maka tidak lepas dengan apa yang disebut data. Data dapat diartikan sebagai keterangan yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah. Berikut ini diberikan macam macam data ditinjau menurut sifatnya, yaitu :

Data kualitatif, yaitu data yang berbentuk kategori atau atribut.

  1. Harga mobil semakin terjangkau
  2. Murid-murid di SD Negeri 3 rajin-rajin.

Data kuantitatif, yaitu data yang berupa bilangan.

  1. Banyaknya siswa pada kelas II adalah 240.
  2. Tinggi pohon itu adalah 10 meter.

Membaca Data

1. Membaca Data dalam Tabel

Tabel Nilai Ulangan Matematika dari 20 anak

Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa nilai terendah adalah 4 dan tertinggi 9. Nilai yang paling banyak diperoleh adalah 5 yaitu 6 anak.

2. Membaca Data dalam Diagram Batang

Diagram Batang Hasil Perikanan Tahun 2003- 2008

Dari diagram batang di samping dapat dilihat bahwa hasil perikanan terendah dicapai pada tahun 2004 yaitu sebanyak 2.000 ton. Sedangkan hasil perikanan tertinggi dicapai pada tahun 2007 yaitu sebanyak 5.000 ton. Kenaikan tertinggi dicapai pada tahun 2006-2007 yaitu mencapai 2.500 ton.

3. Membaca Data dalam Diagram Baris

Diagram Garis Jumlah Kelahiran tiap Tahun di Desa Mlokolegi

Diagram di atas menunjukkan bahwa pada tahun 2001 terdapat 7 kelahiran, tahun 2002 sebanyak 10 kelahiran, dan seterusnya. Temukan juga keterangan-keterangan lain yang dapat kalian peroleh dari diagram di atas.

a. Tentukan banyak kelahiran pada tahun 2003, 2004, dan seterusnya.

b. Pada tahun berapakah jumlah kelahiran paling tinggi? Pada tahun berapakah jumlah kelahiran paling rendah?

c. Berdasarkan grafik tersebut, perkirakan dan jelaskan banyak kelahiran pada tahun 2005.

d. Apa pendapat kalian tentang program Keluarga Berencana di desa tersebut?

e. Pada tahun 2008 terdapat 25 kelahiran. Dapatkah kita simpulkan bahwa pada tahun 2008 penduduk Desa Mlokolegi bertambah 25 orang dibandingkan tahun 2007?

4. Membaca Data dalam Diagram Lingkaran

Diagram Lingkaran Kegemaran Olahraga dari 60 Siswa.

Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa olahraga yang paling digemari adalah basket. Sedangkan yang peminatnya paling sedikit adalah lari. Dari diagram tersebut dapat kita ketahui bahwa jumlah anak yang gemar olahraga :

Basket           = 40% × 60 = 24 anak

Voli               = 30% × 60 = 18 anak

Tenis meja     = 20% × 60 = 12 anak

Lari               = 10% × 60 = 6 anak

Buatlah kesimpulan-kesimpulan lain yang dapat diperoleh dari diagram lingkaran di atas.

5. Ogive

Ogive positif diperoleh dari daftar distribusi frekuensi kumulatif “kurang dari” sedangkan ogive negatif diperoleh dari daftar distribusi frekuensi “lebih dari”.

Distribusi Frekuensi Tinggi Pemain Sepak Bola.

Perhatikan gambar berikut ini. Dari tabel distribusi frekuensi di atas diperoleh ogive sebagai berikut.

 

Dari ogive positif di atas dapat kita ketahui bahwa banyak pemain yang tingginya kurang dari 179,5 ada 27 pemain (2 + 7 + 10 + 3). Banyak pemain yang mempunyai tinggi lebih dari 174,5 dapat dilihat dari ogive negatif yaitu sebanyak 11 orang.

Menyajikan Data

1. Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel

Salah satu cara untuk menyajikan data adalah dengan menggunakan tabel.Tabel biasanya memuat baris dan kolom yang masing-masing menunjukkan kategori baris atau kolom tersebut. Pada umumnya ada dua tabel yang digunakan untuk menyajikan data, yaitu:

a. Tabel baris-kolom

b. Tabel distribusi frekuensi

Berikut ini diberikan contoh tabel untuk kedua macam daftar tersebut.

a. Contoh Pertama

Seorang petugas administrasi dari SMA Rajawali ditugasi untuk mendata banyak lulusan menurut jenis kelamin dari tahun 2004 sampai 2008. Dia mencatat ada 182 siswa lulus di tahun 2004 yang terdiri atas 82 perempuan dan 100 laki-laki, 170 siswa lulus di tahun 2005 yang terdiri atas 90 perempuan dan 80 laki-laki, 185 siswa lulus di tahun 2006 yang terdiri atas 95 perempuan dan 90 laki-laku, 195 siswa lulus di tahun 2007 yang terdiri atas 100 perempuan dna 95 laki-laki, dan ada 210 siswa lulus di tahun 2008 yang terdiri atas 100 perempuan dan 110 laki-laki.


Untuk keperluan laporan agar mudah dibaca, petugas tersebut dapat menyajikan data dalam bentuk tabel berikut.

Pada kolom pertama diberikan kategori tahun yang menunjukkan tahun yang diteliti. Kolom kedua menunjukkan jenis kelamin yang dipisahkan menjadi laki-laki dan perempuan. Jumlah lulusan perewmpuan dan laki-laki ditulis sesuai data yang diperoleh. Kolom ketiga adalah kolom jumlah, yang menunjukkan jumlah luludan perempuan dan laki-laki pada tahun tertentu.

Tabel Banyak Lulusan di SMA Rajawali Menurut Jenis Kelamin dari Tahun 2004 Sampai 2008 :

Untuk data dengan ukuran yang besar pada umumnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Pada tabel distribusi frekuensi, yang sering nampak adalah interval kelas yang pada contoh berikut adalah nilai-nilai yang dikelompokkan dan frekuensi yang pada contoh berikut adalah banyak siswa.

b. Contoh Kedua

Perhatikan tabel hasil tes matematika berikut. Hasil Tes Matematika 80 siswa SMA Negeri 1 Kedawung

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa terdapat 19 siswa dengan nilai berkisar antara 73 dan 80. Cara membuat tabel distribusi frekuensi akan dijelaskan kemudian.

2. Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Batang

Data adalah segala informasi yang diperoleh baik dalam bentuk angka, bukan angka, atau lambang dari suatu pengamatan yang dilakukan pada suatu populasi atau sampel. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut data kontinu. Data yang diperoleh dari hasil menghitung atau mencacah disebut data diskrit.

Data yang telah diperoleh selanjutnya perlu disusun dan disajikan dengan format dan bentuk yang tepat, jelas, dan mudah dipahami. Dalam penyajian data, ditempuh bermacam-macam cara, salah satunya adalah dengan menyajikan dalam bentuk diagram. Pada contoh di bawah ini data yang diberikan akan disajikan dalam bentuk diagram batang. Agar lebih memahami penggunaan diagram batang, perhatikan uraian berikut.

Pada Tabel dibawah diperlihatkan banyaknya lulusan di SMA Rajawali menurut jenis kelamin dari tahun 2004 sampai 2008. Buatlah diagram batangnya.

Dari tabel tersebut diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut.

a. Jika diperlihatkan jumlah siswa tanpa perincian jenis kelamin dapat dibuat diagram batang tegak atau diagram batang horizontal.

Diagam Batang Tegak dan Horizontal

b. Jika dibuat diagram batang yang menggunakan jenis kelamin untuk membandingkan jumlah lulusan.

Diagram Batang Tegak  dan Horizontal Menurut Jenis Kelamin Dan Lulusan

3. Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Batang Daun

a. Membaca dan Menafsirkan Diagram Batang Daun

Diagram batang daun (steamleaf) digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk data tunggal. Diagram batang daun berikut adalah data-data tentang tinggi bibit tanaman tomat dalam sebuah persemaian yang dinyatakan dengan satuan sentimeter (cm).

a). Ada berapakah data pada diagram tersebut? Jelaskan.

b). Berapakah ukuran bibit tanaman tomat yang paling pendek dan yang paling tinggi?

c). Pada nilai puluhan berapakah terdapat data paling banyak?

Sebagian besar bibit tersebut berukuran 20 – 30 cm. Ada satu bibit tomat yang pertumbuhannya mencolok, yaitu panjangnya 50 cm. Namun ada juga yang pertumbuhannya terganggu, yaitu panjangnya baru 6 cm dan 8 cm.

b. Menyajikan Data dengan Diagram Batang Daun

Dari bentuk diagram batang daun tersebut, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan di dalamnya, yaitu:

a). Data yang disajikan dengan diagram batang daun berupa data tunggal yang cacahnya tidak banyak.

b). Batang pada diagram adalah angka pertama pada data dan daun adalah angka berikutnya, misalnya data 42 berarti 4 sebagai batang 2 sebagai daun. Namun sering juga batang terdiri atas dua angka, misalnya pada data 124, maka batangnya 12 dan daunnya 4. Sedangkan bila data adalah bilangan dengan 1 angka, maka batangnya adalah 0 dan daunnya data tersebut, misalnya data 6, maka batangnya 0 dan daunnya 6.

c). Batang dituliskan secara tegak dalam urutan yang terus membesar. Daun-daunnya dituliskan di bagian kanan batang.

d). Daun disusun dalam urutan yang terus membesar dari kiri ke kanan.

e). Bila data belum diurutkan, maka sajian diagram batang daun dapat dilakukan dengan membuat daun di sebelah kiri batang. Kemudian daun-daun diurutkan dari kecil ke besar dan ditempatkan di sebelah kanan batang.

Contoh :

Diberikan hasil tes dari 40 siswa sebagai berikut.

67  56  78  45  87  85  57  69  70  77

55  68  94  58  64  68  89  83  43  47

67  78  65  64  60  78  93  44  55  66

78  76  58  88  85  78  76  79  67  51

Buatlah diagram batang daun dari data tersebut.

Penyelesaian :

4. Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Garis

Perhatikan kembali gambar diagram garis pada gambar diatas. Dengan memperhatikan diagram garis tersebut, maka hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyajiannya adalah:

1. Biasanya data dalam diagram garis adalah data kontinu (serba terus dan berkesinambungan). Misalnya produksi suatu pabrik setiap bulan, banyaknya penduduk setiap tahun, keadaan temperatur setiap jam, berat badan bayi setiap minggu.

2. Diperlukan sumbu mendatar dan sumbu tegak. Sumbu mendatar merupakan keterangan atau kategori, misalnya tahun, bulan, umur. Sedangkan sumbu tegak merupakan kualitas atau ukuran data.

3. Titik-titik pada diagram merupakan pasangan bilangan dan dihubungkan dengan ruas garis.

Contoh :

Buatlah diagram garis dari data berat badan seorang bayi yang ditunjukkan oleh tabel berikut.

Penyelesaian:

Diagram garis data berat badan bayi tersebut dapat ditunjukkan pada gambar berikut

5. Menyajikan Data dalam Bentuk Lingkaran

Diagram lingkaran menyajikan data statistik dalam bentuk gambar lingkaran. Diagram lingkaran terbagi menjadi juring-juring lingkaran yang luasnya disesuaikan dengan data yang ada. Untuk itu perlu ditentukan besar sudut pusat dari setiap juring tersebut.

Contoh :

Siswa dalam suatu kelas berjumlah 40 siswa. Sebanyak 10 anak menyukai pelajaran matematika, 8 anak menyukai IPA, 5 anak menyukai IPS, 16 anak menyukai kesenian, dan sisanya menyukai bahasa Inggris. Buatlah diagram lingkarannya.

  Penyelesaian :

Tabel Persentase Pelajaran yang Disukai dan Besar Sudut Pusat yang Terbentuk

Berdasarkan Tabel Dapat Digambar Diagram Lingkaran :

Artikel Terkait : Aturan Penentuan BILOKS

Tabel Distribusi Frekuensi dan Histogram

1. Pengertian Data Tak Terkelompok dan Data Terkelompok

Perhatikan keterangan data dari suatu kelas sebagai berikut.

a. Nilai rapor matematika dari 40 siswa tersebut tidak sama. Terdapat 3 siswa yang mendapat nilai 9, 5 siswa mendapat nilai 8, 10 siswa mendapat nilai 7, 15 siswa mendapat nilai 6, 5 siswa mendapat nilai 5, dan 2 siswa mendapat nilai 4.

b. Latar belakang pendidikan orang tua dari 40 siswa tersebut berbeda-beda. Ada 5 siswa yang orang tuanya tidak tamat SD dan 5 siswa yang orang tuanya lulusan SD. Sementara yang orang tuanya lulusan SMP ada 10 siswa dan yang orang tuanya lulusan SMA ada 15 siswa. Sisanya sebanyak 5 siswa yang orang tuanya berpendidikan sarjana.

Data di atas menggambarkan bahwa keadaan data satu dengan data yang lain tidak saling berhubungan. Misalnya data banyaknya siswa yang mendapat bernilai 6 dengan banyaknya siswa bernilai 7 tidak ada kaitannya. Banyaknya orang tua siswa yang lulusan SD dengan banyaknya orang tua siswa yang lulusan SMP juga tidak ada kaitannya. Keadaan data yang demikian disebut dengan data tak terkelompok.

Untuk data seperti di atas, tidak sulit untuk membacanya. Misalnya diberikan data yang jumlahnya cukup besar. Kesulitan apakah yang dapat kalian hadapi untuk membacanya? Bagaimana cara mengatasi kesulitan tersebut?

Perhatikan data tentang hasil tes matematika dari 80 siswa di SMA Negeri 1 berikut.

70  73  93  40  56  78  89  67  60  85

35  55  42  76  88  78  75  65  45  47

87  45  43  85  90  88  70  68  79  54

76  77  45  49  76  80  95  84  37  58

77  88  65  44  54  76  89  65  87  80

56  87  89  67  90  76  45  76  56  87

88  67  45  65  78  85  89  72  74  76

56  67  89  76  34  35  87  87  56  88

Berapa orang siswa yang mendapat nilai 70? Andaikan terdapat 200 siswa, apakah cara yang kalian gunakan itu akan kalian terapkan kembali?

Agar pembacaannya lebih mudah, data-data tersebut dikelompokkan menjadi kelas atau interval tertentu. Misalnya kelompok data dari 30 – 34, 35 – 39, dan seterusnya. Data yang dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval disebut data terkelompok.

2. Tabel Distribuisi Frekuensi

a. Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal

Data yang disajikan dengan tabel distribusi frekuensi dengan data tunggal hanya memungkinkan jika datanya kecil. Bayangkan jika data yang kita susun adalah nilai rapor dari siswa satu sekolah. Tentu kurang efisien jika disajikan dengan distribusi frekuensi data tunggal karena akan diperlukan banyak baris.

Tabel distribusi frekuensi data tak terkelompok dari daftar nilai hasil tes matematika 80 siswa SMA Negeri 1 adalah sebagai berikut.

b. Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompok

Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompok Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1

Dalam membuat tabel distribusi frekuensi untuk data terkelompok ada beberapa hal yang perlu dijelaskan.

1) Interval kelas

Interval merupakan bagian-bagian (selang) dari data-data yang telah dikelompokkan. Pada Tabel 1.5 terdapat delapan interval kelas diantaranya 33 – 40, 41 – 48, 49 – 56 dan lima interval yang lain. Coba sebutkan interval yang lain.

2) Batas bawah dan batas atas

Perhatikan interval-interval pada Tabel 1.5. Interval-interval tersebut dibatasi oleh dua bilangan yang merupakan batas dari interval. Bilangan di sebelah kiri setiap interval disebut batas bawah dan bilangan di sebelah kanan interval disebut batas atas. Pada interval 33 – 40 misalnya, 33 disebut batas atas dan 40 disebut batas atas. Jelaskan batas atas dan batas bawah dengan kata-kata kalian sendiri.

3) Tepi bawah dan tepi atas

Dalam menganalisis data, kita menggunakan tingkat ketelitian. Misalnya kita menggunakan data bilangan bulat, maka tingkat ketelitian yang digunakan adalah 0,5. Kurangkan bilangan 0,5 ini pada ujung bawah dari setiap interval. Berapakah nilai-nilai yang kalian peroleh? Nilai-nilai tersebut merupakan tepi bawah dari setiap interval. Dengan cara yang sama, tentukan tepi atas tiap-tiap interval. Jika data yang digunakan adalah desimal persepuluh, maka tingkat ketelitian yang digunakan adalah 0,05. Begitu seterusnya.

4) Titik tengah

Titik tengah merupakan nilai tengah masing-masing interval. Perhatikan interval 33 – 40 pada Tabel 1.4. Berapa titik tengahnya? Berapa nilai titik tengah interval-interval yang lain? Dengan kata-kata kalian sendiri, jelaskan definisi titik tengah.

Langkah-langkah penyusunan tabel

Mengapa dipilih interval 33 – 40, 41 – 48, . . . , 89 – 96? Dapatkah dibentuk interval-interval yang lain? Tabel di atas disusun dengan aturan tertentu dengan melakukan sedikit perhitungan.

a) Menentukan nilai rentang (Jangkauan)

Tabel distribusi frekuensi di atas disusun berdasarkan data pada daftar nilai matematika 80 anak. Berapa data yang terkecil? Berapa data terbesar? Selisih kedua data tersebut merupakan nilai rentang atau jangkauan.

  Jangkauan = data terbesar – data terkecil

Dari Daftar Nilai di atas:

Jangkauan = 95 – 34 = 61

b) Menentukan banyaknya kelas

Untuk menentukan banyaknya kelas, digunakan aturan Sturges sebagai berikut.

k = 1 + 3,3 log n

Dengan k = banyaknya kelas dan n = banyaknya data.

Dari daftar nilai diperoleh :

k = 1 + 3,3 log 80

   = 1 + 3,3 × 1,90309

   = 7,280197

   ≈ 7 atau 8

c) Menentukan panjang kelas

Misalkan kita mempunyai sebuah tali yang jika direntangkan panjangnya 61 m. Tali tersebut kita potong-potong menjadi 8 interval yang panjangnya sama. Berapa panjang masing-masing interval tali? Dari uraian ini, kita dapat merumuskan:

Dari daftar nilai di atas diperoleh :

Karena datanya bilangan bulat, maka p = 8

d) Menentukan ujung bawah interval pertama

Batas bawah interval pertama dapat diambil dari data yang terkecil atau bilangan yang lebih kecil lagi. Jadi, sekumpulan data dapat dibuat lebih dari satu tabel distribusi frekuensi. Perhatikan bahwa semua data harus termuat dalam interval-interval kelas yang dibuat.

e) Menyusun tabel distribusi

Untuk memudahkan memasukkan data, dapat dibuat kolom tally tersendiri.

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1

c. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif

Pada Tabel distribusi frekuensi data kelompok di atas, bilangan pada kolom frekuensi menyatakan banyaknya data pada kelas interval. Bila frekuensi masing-masing kelas interval dinyatakan dalam persen, maka diperoleh tabel yang disebut tabel distribusi frekuensi relatif sebagai berikut.

d. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif

Ada dua macam tabel distribusi frekuensi kumulatif, yaitu tabel frekuensi kumulatif kurang dari dan tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari. Perhatikan contoh berikut.

Contoh :

Ubahlah tabel distribusi frekuensi hasil tes matematika 80 siswa SMA Negeri 1 menjadi tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari.

Penyelesaian :

Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang dari Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1

Contoh :

Ubahlah tabel distribusi frekuensi hasil tes matematika 80 siswa SMA Negeri 1 menjadi tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.

Penyelesaian :

Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih dari Hasil Tes Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1.

3. Ogive

a. Ogive Positif

Data pada tabel distribusi frekuensi data kelompok dapat disajikan dalam ogive positif seperti pada gambar.

Ogive Positif

b. Ogive Negative

Dari tabel distribusi frekuensi lebih dari dapat disajikan dalam ogive negatif seperti pada gambar berikut.

Ogive Negatif

4. Histogram

a. Membaca dan Menafsirkan Data dalam Bentuk Histogram

Perhatikan histogram berdasarkan Nilai Matematika 80 Siswa SMA Negeri 1.

Histogram adalah grafik yang digambarkan berdasarkan data yang sudah disusun dalam tabel distribusi frekuensi. Grafik tersebut berupa persegi panjang yang saling berimpit pada salah satu sisinya. Dari histogram dapat diperoleh bermacam informasi yang terkait dengan data yang disajikan.

Dari histogram pada gambar di atas, nampak bahwa frekuensi paling tinggi terjadi pada interval 73 – 80, disusul kemudian interval 81 – 88. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebanyakan siswa mendapat nilai di sekitar 70-an atau 80-an. Artinya para siswa cukup sukses dalam ujian matematika ini.

b. Menyajikan Data dalam Bentuk Histogram

Bentuk sajian data dengan cara di atas disebut dengan bentuk histogram. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat histogram, yaitu:

a). Terdapat dua sumbu, yaitu sumbu mendatar dan sumbu tegak.

b). Skala pada kedua sumbu tidak harus sama.

c). Sumbu tegak memuat frekuensi masing-masing kelas interval. Sumbu mendatar berisi setiap inteval data dari tabel distribusi frekuensi. Untuk setiap kelas interval, pada sumbu mendatar dibatasi oleh tepi atas dan tepi bawah. Pada tepi atas dan tepi bawah ditarik garis ke atas sampai menunjukkan bilangan yang sesuai dengan frekuensi pada sumbu tegak. Selanjutnya kedua ujungnya dihubungkan, sehingga akan terbentuk sebuah batang yang berupa persegi panjang.

d). Karena garis tegak lurus ditarik dari tepi atas dan tepi bawah setiap interval, maka diperoleh gambar persegi panjang-persegi panjang yang saling berimpit pada salah satu sisinya.

e). Lebar setiap batang harus sama antara satu dengan yang lain, termasuk warna atau corak arsirannya.

f). Di bagian atas setiap batang diberikan bilangan yang menunjukkan frekuensi.

Contoh :

Dari tabel distribusi frekuensi berikut, sajikan dalam bentuk histogram.

Tabel Tinggi Badan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1

Penyelesaian :

Histogram dari tabel distribusi frekuensi tersebut sebagai berikut.

Sekian artikel tentang Cara Membaca dan Menyajikan Data Statistika, semoga dapat menjadi tambahan pengetahuan untuk kita semua. Jika ada yang ingin disampaikan, silahkan berkomentar dengan sopan pada kolom yang telah disediakan. Terima kasih.

Artikel Terkait : Praktikum Fisika ; Ayunan Sederhana