Dalam menganalisa sistem tenaga listrik, suatu diagram saluran tunggal atau single line diagram merupakan notasi yang disederhanakan untuk sebuah sistem tenaga listrik tiga fasa. Sebagai ganti dari representasi saluran tiga fasa yang terpisah, digunakanlah sebuah konduktor. Hal ini memudahkan dalam pembacaan diagram maupun dalam analisa rangkaian. Elemen elektrik seperti misalnya pemutus rangkaian, transformator, kapasitor, busbar maupun konduktor lain dapat ditunjukkan dengan menggunakan simbol yang telah distandardisasi untuk diagram saluran tunggal. Elemen pada diagram tidak mewakili ukuran fisik atau lokasi dari peralatan listrik, tetapi merupakan konvensi umum untuk mengatur diagram dengan urutan kiri-ke-kanan yang sama, atas-ke-bawah.

ETAP memiliki 2 macam standar yang digunakan untuk melakukan analisa kelistrikan, ANSI dan IEC. Pada dasarnya perbedaan yang terjadi di antara kedua standar tersebut adalah frekuensi yang digunakan, yang berakibat pada perbedaan spesifikasi peralatan yang sesuai dengan frekuensi tersebut. Simbol elemen listrik yang digunakan dalam analisa dengan menggunakan ETAP pun berbeda.

Untuk membuat one line diagram, langkah pertama adalah membuat file baru seperti yang telah dijelaskan pada bagian Pengenalan Etap. Setelah file baru dibuat, langkah selanjutnya adalah mengubah standar, seperti terlihat pada gambar dibawah.

Rubah standar sesuai dengan kebutuhan, pada simulasi yang akan dilakukan ini, standar yang akan saya pilih adalah ANSI. dengan pengaturan yang lain mengikuti pengaturan awal.

Langkah selanjutnya menyusun komponen dengan benar agar didapatkan hasil simulasi seperti yang diharapkan. Pada penjelasan ini, komponen yang digunakan diambil dari AC Element.

1. Menambahkan Power Grid

Tambahkan Power Grid sebagai pembangkit daya dan sumber tegangan AC untuk seluruh beban. Tambahkan dengan klik satu kali pada simbol Power Grid dan klik pada halaman untuk menempatkannya. Dalam kondisi nyata, Power Grid mewakili Generator Pembangkit Listrik dari PLN.

Setelah Power Grid ditambahkan, selanjutnya adalah mengatur informasi dan rating pada Power Grid. Lakukan dengan klik dua kali pada ikon power grid yang telah ditambahkan. Pengaturan yang perlu dibuat akan terlihat seperti pada gambar dibawah.

2. Menambahkan HVCB 1

HVCB atau High Voltage Circuit Breaker digunakan sebagai pengaman dan pemutus jaringan transmisi pada tegangan tinggi. Untuk menambahkan HVCB dilakukan dengan mengklik ikon seperti pada gambar dibawah, kemudian klik halaman projek di bawah Power Grid.

Setelah HVCB ditambahkan, selanjutnya adalah menyambungkannya dengan Power Grid. Lakukan dengan mengklik ujung paling bawah Power Grid kemudian di klik ujung paling atas dari HVCB. Kemudian atur informasi dan rating pada HVCB. Lakukan dengan klik dua kali pada ikon HVCB yang telah ditambahkan. Pengaturan yang perlu dibuat akan terlihat seperti pada gambar dibawah.

3. Menambahkan Bus Bar 1

Bus Bar dugunakan sebagai titik percabangan dan sambungan pada jaringan transmisi dan distribusi. Pasang Busbar pada halaman project dan sambungkan dengan komponen diatasnya seperti pada gambar dibawah.

Busbar tidak memerlukan adanya pengaturan pada informasi dan rating, sebaiknya dibiarkan apa adanya agar nilai yang dimilikinya mengikuti dengan nilai yang diberikan di bagian atasnya.

4. Menambahkan 2-Winding Transformer

2-Winding Transformer merupakan trafo pengubah tegangan yang memiliki dua jenis lilitan, yaitu primer dan sekunder. Letakkan trafo dan sambungkan dengan komponen sebelumnya seperti pada gambar dibawah.

Kemudian atur informasi dan rating pada nameplate T1. Lakukan dengan klik dua kali pada ikon T1 yang telah ditambahkan. Pengaturan yang perlu dibuat akan terlihat seperti pada gambar dibawah.

5. Menambahkan HVCB 2

HVCB atau High Voltage Circuit Breaker digunakan sebagai pengaman dan pemutus jaringan transmisi pada tegangan tinggi. Sambungkan HVCB dengan
komponen Transformator T1 seperti pada gambar dibawah.

Atur informasi dan rating pada HVCB. Lakukan dengan klik dua kali pada ikon HVCB yang telah ditambahkan seperti terlihat pada gambar sebelumnya. Library HVCB yang dipakai adalah Westinghouse 75-DH-250 dengan continuous ampere 1200.

6. Menambahkan Bus Bar 2

Tempatkan Bus dari AC element lalu hubungkan dengan CB2. Lakukan seperti yang telah dijelaskan seperti langkah sebelumnya.

Sekali lagi jangan lakukan pengaturan nominal pada bus bar, hal ini bisa mempengaruhi jika sumber diatasnya berubah maka nilai di bawah busbar tidak berubah.

7. Menambahkan HVCB 3

Tempatkan HVCB dari AC element, lalu hubungkan dengan Bus2 seperti yang dijelaskan pada gambar dibawah. Library HVCB yang dipakai adalah Westinghouse 75-DH-250 dengan continuous ampere 1200. Lakukan penggantian rating dan library seperti yang telah dijelaskan pada langkah sebelumnya.

8. Menambahkan Cable

Kabel disini mewakili dari kondisi kabel sebenarnya pada jaringan transmisi. Kabel akan diatur panjangnya, bahan jenis, dan library lainnya. Sambungkan kabel dengan CB3 seperti gambar dibawah. Lakukan juga penggantian library seperti gambar dibawah.

9. Menambahkan Single Throw Switch

Single Throw Switch digunakan untuk pemutus manual jaringan transmisi dan distribusi. SW1 disambungkan dengan Cable1.

Untuk pengaturan rating dan library, lakukan seperti gambar dibawah ini.

10. Menambahkan Bus Bar 3 dan HVCB 4

Tambahkan busbar 3 dan HVCB 4 dibawah komponen SW1 dan sambungkan juga dengan SW1 seperti gambar dibawah ini. Atur rating dan library pada HVCB seperti yang telah dijelaskan di atas. Library HVCB yang dipakai adalah Westinghouse 75-DH-250 dengan continuous ampere 1200.

11. Menambahkan Mesin Induktor 1

Mesin induktor digunakan sebagai beban yang akan mengkonsumsi daya yang dihasilkan oleh bagian Power Grid. Mesin induktor memiliki hambatan resistif dan induktif, sehingga dapat menyebabkan perubahan faktor daya dan drop tegangan. Sambungkan mesin induktor seperti pada gambar dibawah.

Lakukan penggantian rating, library, dan nameplate mesin induktor dengan data yang telah disediakan seperti pada gambar dibawah.

12. Menambahkan Single Throw Switch

Tambahkan SW2 pada busbar 3 sehingga SW terangkai paralel terhadap Mesin Induksi. Lakukan pengaturan rating dan library seperti yang telah dijelaskan pada SW1 sebelumnya.

13. Menambahkan HVCB 5

Tambahkan HVCB 5 dibawah komponen SW2 dan sambungkan juga dengan SW2 seperti gambar dibawah ini. Atur rating dan library pada HVCB seperti yang telah dijelaskan di atas. Library HVCB yang dipakai adalah Westinghouse 75-DH-250 dengan continuous ampere 1200.

14. Menambahkan 2-Winding Transformer

Tambahkan T2 pada jaringan simulasi kemudian atur rating dan library seperti yang terlihat pada gambar dibawah.

15. Menambahkan LVCB 6

HVCB atau High Voltage Circuit Breaker digunakan sebagai pengaman dan pemutus jaringan transmisi pada tegangan tinggi. Untuk menambahkan HVCB dilakukan dengan mengklik ikon seperti pada gambar dibawah,

Isikan rating dan library untuk LVCB seperti gambar dibawah ini. Library yang dipakai adalah ABB DSM, 0.48 kV, continuous ampere 150.

16. Menambahkan Bus Bar 5

Tambahkan lagi Busbar 5 setelah LVCB 6 seperti yang terlihat pada gambar dibawah.

17. Menambahkan LVCB 7

Pada percabangan busbar 5 tambahkan LVCB 7 seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Library HVCB yang dipakai adalah ABB DSM, 0.48 kV, continuous ampere 150.

18. Menambahkan Mesin Induktor 2

Tambahkan mesin induktor Mtr2 pada sambungan setelah LVCB7. Kemudian tentukan nilai rating dan nameplate mesin induktor seperti yang terlihat pada gambar dibawah. Pilih tipikal nameplate NEC.

19. Menambahkan LVCB 8

Tambahkan kembali LVCB 8 pada percabangan busbar 5 seperti gambar dibawah. LVCB 8 akan terangkai paralel dengan LVCB 7. Atur library LVCB 8 dimana Library HVCB yang dipakai adalah ABB DSM, 0.48 kV, continuous ampere 150.

20. Menambahkan Load 1

Static Load digunakan sebagai beban statis yang dianggap mewakili beban secara umum tanpa harus memperhatikan jenis seperti apa beban tersebut. Beban dapat diatur nilai impedansinya dan berapa besar kebutuhan daya melalui pengaturan rating. Sambung Load1 seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Single Line Diagram sederhana yang kita buat telah selesai. Pada hasil akhir terlihat bahwa jaringan transmisi dan distribusi memiliki satu buah sumber pembangkit dan memiliki tiga buah beban.

Sekian artikel tentang pembuatan one line diagram menggunakan aplikasi ETAP. Untuk update artikel terbaru seputar simulasi aplikasi Etap, silakan kunjungi link dibawah ini. Jika ada perntanyaan atau pernyataan silahkan berkomentar melalui kolom yang telah disediakan. Terima kasih…

Artikel Terkait : Belajar Simulasi dengan ETAP